Masjid Bersejarah Masjid Al-Khaif

Masjid Al-Khaif merupakan masjid yang terletak di kota Mina, dan dimana masjid itu berdiri di kaki bukit sebelah selatan Mina, tidak jauh dari tempat Jumrah Ula. Imam Al Baihaqi meriwayat kan dengan sanad dari Ibnu Abbas “Ada tujuh puluh nabi yang pernah mengerjakan sholat di masjid Al-Khaif, berbarengan dengan nya adalah jembatan Jamarat.

Kebanyakan masjid di dunia ini sama dari segi brntuk maupun pengoperasian nya. Namun berbeda dengan ketiga masjid ini yang hanya di buka ketika musim haji saja. Ketiga masjid tersebut di antara nya masjid An-Namirah, masjid Al- khaif dan masjid Al -Baiaa.

Masjid Bersejarah Masjid Al-Khaif

Masjid Bersejarah Masjid Al-Khaif

Masjid-masjid tersebut jauh dari pusat kerumunan warga, sehingga ketiga nya hanya di fungsikan ketika musim haji. Masjid An-Namirah, yang terkenal dengan menara nya yang megah ini terletak di padang Arafah dekat Makkah. Jika musim haji sekitar 450 ribu jamaah haji beribadah sepanjang siang dan malam di sana.

Mesjid Al Khaif juga di kenal pula dengan nama Masjid al-Muaisyumah, dimana nama tersebut diambil dari sebuah nama pohon “Al- Muaisyumah” yang terletak di lokasi tersebut.

Masjid Al khaif bisa bermakna dan memiliki arti “tempat tinggi di bumi” karena terletak di kaki gunung Shabih. Mesjid ini di bangun pada masa Nabi Muhammad SAW dan terus di lakukan perkembangan seiring perkembangan agama islam.

Masjid-masjid tersebut jauh dari pusat kerumunan warga, sehingga ketiganya hanya di fungsikan ketika musim haji. Salah satu nya yaituMasjid An- Namirah, yang terkenal dengan menara nya yang sangat megah ini terletak di kawasan Padang Arafah yang berdekat di Makkah. Jika musim haji sekitar 450 ribu jamaah haji beribadah sepanjang siang dan malam di sana.

Masjid tersebut telah melewati beberapa tahapan masa kehidupan. Di bangun pertama kali selama abad ke-2 Hijriah. Selama era Saudi, terdapat perluasan terbesar sebagai area mencapai sekitar 18.000 meter persegi.  Selain itu, sudah di lakukan juga untuk renovasi dan peningkatan penyediaan toilet. Sehingga masjid tersebut menjadi masjid terbesar ketiga dalam hal ruang setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Masjid Al -Khaif juga dengan berdiri kokoh dengan warna merah nya yang khas di Mina. Masjid tersebut terkenal dengan sebutan masjid 30 hari, hal itu karena masjid ini hanya di buka selama 30 hari per tahun nya selama musim haji. Masjid ini sudah beberapa kali mengalami pemugaran, dan kini sudah terdapat banyak pintu masuk untuk perempuan.

Masjid Al- Khaif ini menurut informasi dari Arabnews, Sabtu (3/10), dapat menampung sekitar 100 ribu jamaah untuk melakukan ibadah shalat lima waktu.

Masjid Bersejarah Masjid Al-Khaif

Masjid Bersejarah Masjid Al-Khaif

Masjid yang memiliki 403 tiang ini terletak di dekat kantor administrasi Kementerian Keislaman Arab Saudi. Di dekat nya juga di bangun penginapan untuk tamu besar Kementerian Keislaman Arab Saudi.

Masjid Al-Baiaa terletak di bagian timur Makkah. Masjid ini bentuk nya masih membawa keaslian sejarah nya. Masjid ini di yakini  di bangun pada era khalifah Abu Jaafar Al-Mansour pada tahun 144 AH.
Di masjid ini Nabi Muhammad SAW mengikrarkan sumpah kesetiaan 12 pemimpin dari dua suku Arab besar, yaitu : Al-Aws dan Al-Khazraj, yang berasal dari Madinah.

Masjid sebesar 500 meter persegi sedikit berbeda, karena termasuk bangunan tua yang tidak memiliki atap, menara atau jendela. Masjid tersebut di bangun dari batu dan batu bata dan biasa nya di tutup kecuali selama musim haji.

Al-Bazzaar rahimahullah berkata :

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُسْتَمِرِّ الْعُرُوقِيُّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ مُحَبَّبٍ أَبُو هَمَّامٍ، ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ طَهْمَانَ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” فِي مَسْجِدِ الْخَيْفِ قُبِرَ سَبْعُونَ نَبِيًّا “.

Telah menceritakan kepada kami Ibraahiim bin Al-Mustamir Al-‘Uruuqiy : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muhabbab Abu Hammaam : Telah menceritakan kepada kami Ibraahiim bin Thahmaan, dari Manshuur, dari Mujaahid, dari Ibnu ‘Umar : Bahwasan nya Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Di masjid Khaif, telah di kubur tujuh puluh orang Nabi” [Kasyful-Astaar no. 1174].

Di riwayat kan juga oleh Abu Ya’laa sebagaimana telah di sebut kan Ibnu Hajar dalam Al-Mathaalibul-‘Aliyyah no. 1332, Al-Faakihiy dalam Akhbaar Makkah no. 2594, Ath-Thabaraaniy dalam Al-Kabiir no. 13525, dan Abu Thaahir as-SilafiZ] di dalam Al-Haadiy wal-‘Isyruun minal-Masyaikah Al-Baghdaadiyyah no. 9; semua nya dari jalan Muhammad bin Muhabbab Abu Hammaam Ad-Dalaal, selanjut nya seperti riwayat di atas. Kecuali dalam riwayat As-Silafiy, Ad-Dalaal membawa kan secara mursal pada Manshuur (tanpa menyebut kan perantara Ibraahiim bin Thahmaan). Ikuti Program Umroh Murah 2017.

Berikut keterangan para perawinya :

  1. Muhammad bin Muhabbab bin Ishaaq Al-Qurasyiy, Abu Hammaam Ad-Dalaal Al-Bashriy; seorang yang tsiqah. Termasuk thabaqah ke-10, dan wafat tahun 221 Hijriah. Di pakai oleh Abu Daawud, An-Nasaa’iy, dan Ibnu Maajah [Taqriibut-Tahdziib, hal. 893 no. 6305].
  2. Ibraahiim bin Thahmaan bin Syu’bah Al-Khurasaaniy, Abu Sa’iid Al-Harawiy; seorang yang tsiqah, yughrib. Termasuk thabaqah ke-7, dan wafat tahun 168 Hijriah. Di pakai oleh Al-Bukhaariy, Muslim, Abu Daawud, At-Tirmidziy, An-Nasaa’iy, dan Ibnu- Maajah [Taqriibut-Tahdziib, hal. 109 no. 191].
  3. Manshuur bin Al-Mu’tamir bin ‘Abdillah bin Rabii’ah, Abu ‘Attaab Al-Kuufiy; seorang yang tsiqah lagi tsabat. Termasuk thabaqah ke-5, wafat tahun 132 Hijriah. Di pakai oleh Al-Bukhaariy, Muslim, Abu- Daawud, At-Tirmidziy, An-Nasaa’iy, dan Ibnu Maajah [Taqriibut-Tahdziib, hal. 973 no. 6956].
  4. Mujaahid bin Jabr, Abul-Hajjaaj Al-Qurasyiy Al-Makhzuumiy; seorang yang tsiqah lagi imam di bidang tafsir. Termasuk thabaqah ke-3 dan wafat tahun 101/102/103/104 Hijriah. Di pakai oleh Al-Bukhaariy, Muslim, Abu Daawud, At-Tirmidziy, An-Nasaa’iy, dan Ibnu Maajah [Taqriibut-Tahdziib, hal. 921 no. 6523].
  5. ‘Abdullah bin Umar radliyallaahu ‘anhumaa, adalah salah seorang shahabat Nabi yang mulia. Beliau merupakan seorang sahabat Nabi dan merupakan periwayat hadits yang terkenal. Abdullah adalah putra khalifah ke dua Umar bin al-Khaththab Khulafaur Rasyidin yang dimana kedua saudara kandung Sayiyidah Hafshah Ummul Mukminin.

    Ibnu Umar di lahirkan tidak lama setelah Nabi di utus, Umur nya 10 tahun ketika ikut masuk agama Islam bersama ayah nya. Ibnu Umar masuk Islam bersama ayah nya saat ia masih kecil, dan ikut hijrah ke Madinah bersama ayah nya.

Tidak hanya itu Umar juga mendapatkan pujian dari sahabat nya : “Kesalehan Ibnu Umar sering mendapatkan pujian dari kalangan sahabat Nabi dan kaum muslimin lainnya. Jabir bin Abdullah berkata: ” Tidak ada di antara kami disenangi oleh dunia dan dunia senang kepadanya, kecuali Umar dan putranya Abdullah.” Abu Salamah bin Abdurrahman mengatakan: “Ibnu Umar meninggal dan keutamaannya sama seperti Umar. Umar hidup pada masa banyak orang yang sebanding dengan dia, sementara Ibnu Umar hidup pada masa yang tidak ada seorang pun yang sebanding dengan dia”.

Leave a Reply