Rupiah Bergerak Menguat

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, bergerak menguat sebesar 39 poin jadi Rp13. 325 dibanding terlebih dulu di posisi Rp13. 364 per dolar AS.

Rupiah Bergerak Menguat

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Kamis menyampaikan kalau kurs rupiah menguat pada dolar AS, ruangan penguatannya malah terbuka yang akan datang sesudah bank sentral AS (The Fed) menambah suku bunga referensinya.

Tidak cuma lantaran The Fed, namun juga koreksi yield US Treasury hingga bakal makin mendongkrak keinginan surat utang negara (SUN) dan juga surplus dagang Februari 2017 yang tinggi, keadaan itu bakal melindungi supply dolar AS didalam negeri.

The Fed mengambil keputusan menambah suku bunga referensinya dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang berjalan pada 14-15 Maret sebesar 0, 25 basis poin ke posisi 0, 75-1 %.

Ia memberikan kalau konsentrasi pelaku pasar uang setelah itu pada hari ini (Kamis, 16/3) tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang diprediksikan menjaga suku bunga referensi (BI 7-Day Repo Rate) di level 4, 75 %.

Ekspektasi itu juga bikin rupiah berpeluang menguat yang akan datang.

Analis Monex Investindo Futures Putu Agus memberikan kalau The Fed menambah suku bunga, dan juga menjaga proyeksi kenaikan sejumlah tiga kali pada th. 2017 ini, kondisi itu bikin dolar AS melemah.

Meski sekian, lanjut dia, volatilitas pasar masihlah bakal berlanjut menyusul tiga bank sentral global akan menginformasikan kebijakan moneternya.

Bank sentral Jepang (BoJ), bank sentral Swiss (SNB), dan juga bank sentral Inggris (SNB) yang bakal menginformasikan kebijakannya bakal jadi konsentrasi pasar.